Rabu, 08 Juni 2011

KONSPIRASI DIBALIK IMUNISASI

JAKARTA - Sudah adakah vaksin halal untuk jama’ah haji dan umroh, dan juga untuk imunisasi bayi ? Kalau belum, mengapa MUI mengeluarkan fatwa mengenai halalnya vaksin meningitis yang selama ini digunakan untuk jama’ah haji? Mengapa pula pemerintah menargetkan 100 % imunisasi bayi di tahun 2014 ? Bagaimana sikap umat terhadap masalah ini? Majelis Mujahidin Datangi Wantimpres

Jum’at (20/01/2011), Majelis Mujahidin mendatangi Ibu Dr. dr. Siti Fadilah Supari selaku Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk mempertanyakan beberapa masalah terutama terkait vaksin halal. Paling tidak ada 3 pertanyaan yang ditanyakan rombongan yang dipimpin oleh Ustadz Abu Muhammad Jibriel AR selaku Wakil Amir Majelis Mujahidin. Ketiga pertanyaan tersebut adalah :

1. Janji Dr.dr. Siti Fadilah Supari tentang bagaimana kelanjutan untuk membuat vaksin halal sebagaimana kesepakatan pada pertemuan talkshow di Masjid Al Azhar, 27 Juni 2009.
2. Rencana pemerintah yang mentargetkan 100 % imunisasi kepada bayi di tahun 2014.
3. Tanggapan jika umat Islam menolak vaksin yang dipakai karena bertentangan dengan syariat Islam.

Majelis Mujahidin dan praktisi Thibun Nabawi (pengobatan ala Rasulullah SAW) yang hadir dalam pertemuan tersebut menganggap bahwa imunisasi yang sudah diterapkan sejak tahun 60-an di republik ini dalam perkembangannya banyak menimbulkan korban, cacat, sakit, dan kematian. Hal ini bukan hanya terjadi di dalam negeri bahkan di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan bahan-bahan imunisasi adalah haram, yakni menyertakan zat dari babi pada awal proses pembuatannya.

Selain itu, vaksin banyak menggunakan zat-zat kimia yang berbahaya dan mengamdung ginjal kera, babi, dan ari-ari. Pada vaksin tidak terdapat prinsip halal dan toyyib (baik) yang menjadi acuan dalam syariat Islam. Di belakang gerakan vaksinasi juga ada industri kapitalistik yang didominasi negara-negara adi daya sebagai produsen dan negara-negara berkembang sebagai konsumen. Untuk itulah, umat Islam perlu mewaspadai dan mencari solusi dari vaksin yang haram tersebut!

Fatwa MUI Halalkan Vaksin Meningitis

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 20 Juli 2010 mengeluarkan fatwa No.6 tahun 2010 yang menyatakan vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostic SRL dari Italia dan Zhenjiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China adalah halal. Hal ini tentu saja mengejutkan dan menimbulkan kontroversi. Pasalnya, di tahun 2009, tepatnya pada tanggal 27 Juni 2009, Majelis Mujahidin pernah menyelenggarakan talkshow bertema vaksin untuk haji (dimana hadir juga Menteri Kesehatan pada waktu itu, Dr.dr. Siti Fadilah Supari) dan menghasilkan kesimpulan bahwa vaksin mengingitis Mencevax ACW135Y produksi PT. GlaxoSmithKline Beecham Pharmaceuticals (GSK) dari Belgia yang dibuat menggunakan enzim babi pemakaiannya adalah haram!

MUI pun langsung menindaklanjuti dengan mengeluarkan fatwa No.5 tahun 2009 tentang keharaman vaksin meningitis tersebut. Tetapi fatwa ini masih memperbolehkan penggunaan vaksin haram itu untuk keadaan darurat (lil hajah) sampai ditemukan vaksin yang halal. Lalu, apakah kini sudah didapatkan vaksin halal untuk haji dan umroh sehingga MUI memfatwakan halal?

Lucunya, menanggapi pro-kontra vaksin meningitis, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin mengatakan fatwa MUI terkait dengan halal haramnya vaksin meningitis dapat berubah. “Fatwa itu tergantung masukan dari masyarakat, kemungkinan bisa berubah asal informasinya akurat,” kata dianya, Senin (30/8).

Menurut Ma’ruf, ketiga jenis vaksin meningitis untuk calon jemaah haji itu, awalnya dinyatakan halal. Pada proses kedua, Glaxo SMith Kline dinyatakan tidak halal karena menggunakan enzim babi . Dua vaksin lainnya, Novartis dari Italia, Zheiyiang Tianjuan dari China tidak menggunakan babi sehingga dinyakan halal.

Ma’ruf juga mengatakan, ada kemungkinan LPPOM MUI akan kembali melakukan audit terhadap hasil jurnal penelitian tersebut. “Yang pasti fatwa kita menggunakan audit literatur dan juga penelitian dari LPPOM,” ujarnya.

Sementara itu, Dr.dr. Siti Fadilah dalam pertemuan dengan delegasi Majelis Mujahidin mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin yang berasal dari sapi. Beliau mengatakan bahwa dulu pernah berupaya untuk mencari vaksin yang berasal dari sapi, tapi beliau kemudian tidak lagi menjadi menteri dan direkturnya pun diganti sehingga rencana tersebut tidak berjalan. Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan oleh beliau bahwa pemerintah Saudi Arabia yang meminta setiap calon jama’ah haji dari Indonesia harus divaksin meningitis.

Konspirasi Di Balik Vaksin & Imunisasi

Dalam lembaran Sikap Majelis Mujahidin terhadap Imunisasi Bayi, Jama’ah Haji dan Umroh Serta Rencana Imunisasi 100 % Bayi di 2014, yang disampaikan kepada Wantimpres, dijelaskan bahwa sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers teryata didanai oleh keluarga Rockefeller, salah satu keluarga yahudi yang paling berpengaruh di dunia dan bagian dari zionisme internasional. Di samping itu, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya. Dengan demikian tidak salah jika vaksinasi modern (imunisasi) adalah salah satu campur tangan (konspirasi) zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka!

Faktanya, vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim) adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut. Vaksin juga mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan alumunium yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif, alzheimer, kemandulan, dan lain-lain. Na’udzubillah min dzalik!

Kembali Ke Thibun Nabawi

Lalu, adakah imunisasi yang benar menurut Islam ? Ada, bahkan Rasulullah SAW., sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya. Demikian bagian akhir dari sikap Majelis Mujahidin, mengutip hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Dalam shahihain-Shahih Bukhari dan Muslim-dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah SAW, lalu beliau memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” Dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan : “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan mendoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Mayoritas, atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat (tahnik) bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

Disunnahkannya tahnik pada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW., secara media dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi. Subhanallah!

Sudah saatnya umat Islam kembali kepada syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam masalah kesehatan, yakni kembali kepada pengobatan ala nabi SAW (Thibun Nabawi). Wallahu’alam bis showab!


Selengkapnya...

Kamis, 26 Mei 2011

DRAKULA NYATA ATAU FIKSI........?


DRACULA TERNYATA PAHLAWAN
KRISTEN
setelah Anda membaca artikel ini
anda akan dapat menjawab
beberapa poin dibawah ini: 1. Apakah Drakula eksis secara
historis atau hanya sebuah fiksi
(cerita tidak nyata)?
2. Benarkah Drakula AntiKristus
dan Antisalib?
3. Benarkah Drakula hanya takut
pada salib, karena bisa
mengakibatkan kematiannya?
Artikel ini berasal dari sebuah
buku berjudul "Dracula,
Pembantai Umat Islam dalam
Perang Salib" yang bisa anda
dapatkan di Gramedia. Buku tsb
menarik karenamembongkar
kebohongan yang sengaja
ditutup-tutupi oleh umat Kristen
dewasa ini. Dracula adalah
seorang pangeran yang hidup
diabad 15 M. Ia bukanlah seorang
antiKristus apalagi antisalib,
karena ia adalah seorang Kristiani
fanatik penyembah patung salib
sebagaimana umat Kristen
Trinitarian dewasa ini.
Kejahatannya terhadap
kemanusiaan bahkan bisa
disamakan atau bahkan melebihi
Hitler (pemimpin Nazi Jerman) dan
Genghis Khan (pemimpin
Mongolia Golden Horde).
Membongkar Sebuah
Kebohongan
Kisah hidup Dracula merupakan
salah satu contoh bentuk
penjajahan sejarah yang begitu
nyata yang dilakukan Barat. Kalau
film Rambo merupakan suatu fiksi
yang kemudian direproduksi agar
seolah-olah menjadi nyata oleh
Barat, maka Dracula merupakan
kebalikannya, tokoh nyata yang
direproduksi menjadi fiksi.
Bermula dari novel buah karya
Bram Stoker yang berjudul
Dracula, sosok nyatanya kemudian
semakin dikaburkan lewat film-
film seperti Dracula's Daughter
(1936), Son of
Dracula (1943), Hoorof of Dracula
(1958), Nosferatu (1922)-yang
dibuat ulang pada tahun 1979-
dan film-film sejenis yang terus-
menerus diproduksi.
Lalu, siapa sebenarnya Dracula
itu?
Dalam buku berjudul "Dracula,
Pembantai Umat Islam Dalam
Perang Salib" karya Hyphatia
Cneajna ini, sosok Dracula dikupas
secara tuntas. Dalam buku ini
dipaparkan bahwa Dracula
merupakan pangeran Wallachia ,
keturunan Vlad Dracul. Dalam
uraian Hyphatia tersebut sosok
Dracula tidak bisa dilepaskan dari
menjelang periode akhir Perang
Salib. Dracula dilahirkan ketika
peperangan antara Kerajaan Turki
Ottoman-sebagai wakil Islam-dan
Kerajaan Honggaria-sebagai wakil
Kristen-semakin memanas. Kedua
kerajaan tersebut berusaha saling
mengalahkan untuk merebutkan
wilayah-wilayah yang bisa
dikuasai, baik yang berada di
Eropa maupun Asia . Puncak dari
peperangan ini adalah jatuhnya
Konstantinopel-benteng Kristen-
ke dalam penguasaan Kerajaan
Turki Ottoman.
Dalam babakan Perang Salib di
atas Dracula merupakan salah
satu panglima pasukan Salib.
Dalam peran inilah Dracula banyak
melakukan pembantain terhadap
umat Islam. Hyphatia
memperkirakan jumlah korban
kekejaman
Dracula mencapai 300.000 ribu
umat Islam. Korban-korban
tersebut dibunuh dengan
berbagai cara-yang cara-cara
tersebut bisa dikatakan sangat
biadab-yaitu dibakar hidup-hidup,
dipaku kepalanya, dan yang
paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara
penyiksaan yang amat kejam,
yaitu seseorang ditusuk mulai
dari anus dengan kayu sebesar
lengan tangan orang dewasa
yang ujungnya dilancipkan.
Korban yang telah ditusuk
kemudian dipancangkan
sehingga kayu sula menembus
hingga perut, kerongkongan, atau
kepala. Sebagai gambaran
bagaimana situasi ketika
penyulaan berlangsung penulis
mengutip pemaparan Hyphatia:
"Ketika matahari mulai meninggi
Dracula memerintahkan
penyulaan segera dimulai. Para
prajurit melakukan perintah
tersebut dengan cekatan seolah
robot yang telah dipogram. Begitu
penyulaan dimulai lolong
kesakitan dan jerit penderitaan
segera memenuhi segala penjuru
tempat itu. Mereka, umat Islam
yang malang ini sedang
menjemput ajal dengan cara yang
begitu mengerikan. Mereka tak
sempat lagi mengingat kenangan
indah dan manis yang pernah
mereka alami."
Tidak hanya orang dewasa saja
yang menjadi korban penyulaan,
tapi juga bayi. Hyphatia
memberikan pemaparan tetang
penyulaan terhadap bayi sebagai
berikut:
"Bayi-bayi yang disula tak sempat
menangis lagi karena mereka
langsung sekarat begitu ujung
sula menembus perut mungilnya.
Tubuh-tubuh para korban itu
meregang di kayu sula untuk
menjemput ajal."
Kekejaman seperti yang telah
dipaparkan di atas itulah yang
selama ini disembunyikan oleh
Barat. Menurut Hyphatia hal ini
terjadi karena dua sebab.
Pertama, pembantaian yang
dilakukan Dracula terhadap umat
Islam tidak bisa dilepaskan dari
Perang Salib. Negara-negara Barat
yang pada masa Perang Salib
menjadi pendukung utama
pasukan Salib tak mau tercoreng
wajahnya. Mereka yang getol
mengorek-ngorek pembantaian
Hilter dan Pol Pot akan enggan
membuka borok mereka sendiri.
Hal ini sudah
menjadi tabiat Barat yang selalu
ingin menang sendiri.
Kedua, Draculamerupakan
pahlawan bagi pasukan Salib.
Betapapun kejamnya Dracula
maka dia akan selalu dilindungi
nama baiknya. Dan, sampai saat
ini di Rumania , Dracula masih
menjadi pahlawan. Sebagaimana
sebagian besar sejarah pahlawan-
pahlawan pasti akan diambil
sosok superheronya dan dibuang
segala kejelekan, kejahatan dan
kelemahannya.
Guna menutup kedok kekejaman
mereka, Barat terus-menerus
menyembunyikan siapa
sebenarnya Dracula. Seperti yang
telah dipaparkan di atas, baik
lewat karya fiksi maupun film,
mereka berusaha agar jati diri
dari sosok
Dracula yang sebenarnya tidak
terkuak. Dan, harus diakui usaha
Barat untuk mengubah sosok
Dracula dari fakta menjadi fiksi ini
cukup berhasil. Ukuran
keberhasilan ini dapat dilihat dari
seberapa banyak masyarakat-
khususny a umat Islam sendiri-
yang mengetahui tentang siapa
sebenarnya Dracula. Bila jumlah
mereka dihitung bisa dipastikan
amatlah sedikit, dan kalaupun
mereka mengetahui tentang
Dracula bisa dipastikan bahwa
penjelasan yang diberikan tidak
akan jauh dari penjelasan yang
sudah umum selama ini bahwa
Dracula merupakan vampir yang
haus darah.
Selain membongkar kebohongan
yang dilakukan oleh Barat, dalam
bukunya Hyphatia juga mengupas
makna salib dalam kisah Dracula.
Seperti yang telah umum
diketahui bahwa penggambaran
Dracula yang telah menjadi fiksi
tidak bisa dilepaskan dari dua
benda, bawang putih dan salib.
Konon kabarnya hanya dengan
kedua benda tersebut Dracula
akan takut dan bisa dikalahkan.
Menurut Hyphatia pengunaan
simbol salib merupakan cara
Barat untuk menghapus
pahlawan dari musuh mereka-
pahlawan dari pihak Islam-dan
sekaligus untuk menunjukkan
superioritas mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha
dihapuskan oleh Barat tersebut?
Tidak lain Sultan Mahmud II (di
Barat dikenal sebagai Sultan
Mehmed II). Sang Sultan
merupakan penakluk
Konstantinopel yang sekaligus
penakluk Dracula. Ialah yang telah
mengalahkan dan memenggal
kepala Dracula di tepi Danua
Snagov. Namun kenyataan ini
berusaha dimungkiri oleh Barat.
Mereka berusaha agar merekalah
yang bisa mengalahkan Dracula.
Maka diciptakanlah sebuah fiksi
bahwa Dracula hanya bisa
dikalahkan oleh salib. Tujuan dari
semua ini selain hendak
mengaburkan peranan Sultan
Mahmud II juga sekaligus untuk
menunjukkan bahwa merekalah
yang paling superior, yang bisa
mengalahkan Dracula si Haus
Darah. Dan, sekali lagi
usaha Barat ini bisa dikatakan
berhasil.
Selain yang telah dipaparkan di
atas, buku "Dracula, Pembantai
Umat Islam Dalam Perang Salib"
karya Hyphatia Cneajna ini, juga
memuat hal-hal yang selama
tersembunyi sehingga belum
banyak diketahui oleh masyarakat
secara luas. Misalnya tentang
kuburan Dracula yang sampai saat
ini belum terungkap dengan jelas,
keturunan Dracula, macam-
macam penyiksaan Dracula dan
sepak terjang Dracula yang
lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini
penulis ingin menarik suatu
kesimpulan bahwa suatu
penjajahan sejarah tidak kalah
berbahayanya dengan bentuk
penjajahan yang lain-politik,
ekonomi, budaya, dll. Penjajahan
sejarah ini dilakukan secara halus
dan sistematis, yang apabila tidak
jeli maka kita akan terperangkap
di dalamnya. Oleh karena itu,
sikap kritis terhadap sejarah
merupakan hal yang amat
dibutuhkan agar kita tidak
terjerat dalam penjajahan sejarah.
Sekiranya buku karya Hyphatia ini-
walaupun masih merupakan
langkah awal-bisa dijadikan
pengingat agar kita selalu kritis
terhadap sejarah karena ternyata
pelajaran sejarah itu begitu nyata
ada di depan kita.
BIBLE MENGAJARKAN HAUS DARAH
TANPA BELAS KASIHAN, MANA
AJARAN KASIH
KRISTUS.....BOOOOHOOOONG
BEEESAAAAR. NYATA-NYATA
BAHWA AGAMA KRISTEN BIKINAN
SYETAN PENIPU PAULUS YANG
MENYULAP AGAMA SYETAN
PAGANISME MENJADI KRISTEN.
Dalam kitab Mazmur dinyatakan:
"Hai puteri Babel, yang suka
melakukan kekerasan,
berbahagialah orang yang
membalas kepadamu perbuatan-
perbuatan yang kaulakukan
kepada kami! Berbahagialah
orang yang menangkap dan
memecahkan anak-anakmu pada
bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)
Jika membanting anak-anak ke
arah bebatuan hingga kepala
mereka pecah adalah sebuah
perbuatan kudus, bukankah
menusuk kayu runcing ke arah
anus menembus perut hingga
kepala juga adalah perbuatan
kudus? Toh sama-sama sadis?!
Ulangan 20:16 TB
"Tetapi dari kota-kota bangsa-
bangsa itu yang diberikan TUHAN,
Allahmu, kepadamu menjadi milik
pusakamu, janganlah kaubiarkan
hidup apapun yang bernafas,"
Tampaknya Pangeran Dracula
sangat memahami makna
kandungan ayat Bible kitab
Ulangan agar jangan berbelas
kasih kepada masyarakat/rakyat
yang telah ditaklukkan oleh
pasukan yang beriman kepada
Bible.
Dracula memang sungguh sangat
jahat. Ia bisa didakwa sebagai
penjahat perang seandainya ia
adalah pemimpin diabad modern
sekarang. Tapi sungguh tidak elok
rasanya jika kita hanya
menyalahkan Dracula tanpa
menyalahkan kitab suci sadistik
bernama Bible.
Mengapa Pasukan Salib Kristen
terkenal bengis? Karena kitab suci
mereka lah yang telah
menginspirasi Paus, pendeta, dan
panglima tentara Salib untuk
berbuat sadis dengan penuh rasa
kegembiraan sebagaimana
amanat Kitab Mazmur 137:8-9
dan Kitab Ulangan 20:16. Ini
bukan hanya kesalahan orang per
orang, tapi ini adalah kesalahan
Agama sesat, dogma palsu,
pendeta fobia, dan kitab suci
korup Bible umat Kristen.
Dunia barat menutup2 siapa
sebenarnya dracula dengan
menyebarkan doktrin baik melaui
film, buku, dsb... dracula takut
dengan salib ini hanya doktrin
petinggi2 kristian untuk
menutupi kebejadan mereka..
Selengkapnya...